Aku tidak pernah merasa seperti saat ini, menyesakkan, menatap kepergian orang yang berarti. Walaupun sudah mencoba untuk mengejar, yang kugapai hanyalah bayang-bayang semu. Semua perasaan ini, sedalam apapun tak akan pernah tersampaikan, sebuah realita yang memilukan.
Aku bagaikan angin, aku ada dan dapat terasa, tapi kau tak pernah melihatku, takkan bisa. Walaupun berkali-kali menyadarkan eksistensiku padamu, aku hanya sekedar angin yang lewat.
Meskipun aku menari sepanjang malam, kau tidak akan melihatku.
Aku bisa saja menjadi badai, mengguncang alam akan tarian kemarahan. Tapi, aku tidak ingin menjadi penyebab ketakutanmu. Aku hanya ingin kau mengenalku sebagai salah satu dari penyejuk gundahmu.
Biarlah aku angin yang tak kasat mata. Kau tak perlu tahu rupaku. Aku akan terus menari disekirtarmu. Mengiringi panjangnya perjalanan hidupmu.
Ini memanglah sangat naif. Tapi aku ingin kau bahagia.